Proses Pertumbuhan

Kehidupan seorang yang beriman kepada Yesus Kristus tidak berhenti di pengakuan percaya dan menerima sakramen baptisan kudus. Firman TUHAN di Roma 6:22 mengajarkan bahwa seorang percaya diproses dari PENEBUSAN atau dimerdekakan dari dosa, kemudian hidup sebagai seorang HAMBA Allah atau hidup untuk Kristus, dan berada di dalam sebuah proses PENGUDUSAN menuju HIDUP KEKAL. Dalam proses tersebut kita bekerja sama dengan Allah yang seperti seorang Tukang Taman.

 

1. Membuang Batu

Untuk membuang batu dalam hati kita, kita perlu terlebih dulu dapat melihatnya. Tidak ada orang yang mengeraskan hatinya terhadap TUHAN akan mengakui kalau dirinya mengeraskan hati.

Apa hal yang berpotensi menjadi batu di dalam hati kita? Biasanya berkaitan dengan apa yang kita pandang penting dalam hidup ini. Hal yang kita prioritaskan berpotensi menjadi batu yang kemudian mengambil tempat di dalam hati kita. Batu tersebut begitu penting bagi kita sehingga kita tidak mengizinkan TUHAN menyentuhnya. Luka-luka batin juga berpotensi menjadi batu di dalam hati kita seperti sakit hati, kekesalan, dendam dan kepahitan.

Untuk melihat batu di dalam hati kita, kita membutuhkan penerangan, yakni terang Kristus menyinari hati kita yang gelap. Hati kita tidak dapat dipercaya. Hati kita bahkan sering menipu kita. Kita membutuhkan kerendahan hati untuk dapat melihat batu di dalam hati kita.

2. Menggemburkan Tanah

Tanah yang sudah dibiarkan tidak diperhatikan akan sangat sulit digemburkan. Kita membutuhkan disiplin rohani untuk dalam proses penggemburan tanah hati kita. Kita membutuhkan penyiraman air hidup untuk mempermudah proses penggemburan tanah. Dalam proses penggemburan tanah, kita akan menemukan batu-batu yang tersembunyi di dalam tanah. Sebagian batu akan kelihatan indah sehingga kita akan merasa sayang untuk membuangnya.

3. Menabur

Setelah proses penggemburan tanah, apa yang ditaburkan menjadi sangat penting. Iblis akan bekerja keras untuk menaburkan benih ke dalamnya. Kita membutuhkan benih firman Allah melalui disiplin rohani untuk kita taburkan di tanah yang sudah kita bersihkan dan gemburkan tersebut. Membaca dan merenungkan firman TUHAN serta menuliskannya di dalam jurnal rohani akan sangat bermanfaat di dalam proses penaburan tersebut.

4. Menyiram

Kita terus membutuhkan pertolongan Roh Kudus yang adalah Pengajar kita untuk menyiram benih yang sudah mulai bertumbuh tersebut. Kita perlu merawatnya agar benih tersebut dapat bertumbuh dengan baik. Kita juga membutuhkan Cahaya Kristus untuk agar kita dapat bertumbuh. Untuk itu, kita mesti tekun mempelajari firman-Nya dan mendalaminya setiap hari. Untuk memperoleh penyiraman Roh Kudus, kita mesti mengarahkan hati kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya.

5. Memotong ranting

Tanaman kita perlu dirawat setiap hari. Terkadang kita akan menemukan adanya ranting yang sudah layu, atau ulat yang sedang memakan daun-daun kita. Hal tersebut dapat terjadi terutama ketika kita membuka hati kita kepada dosa. Hal tersebut dapat dengan mudah terjadi ketika hati kita mulai kehilangan fokus atau mulai menyimpang.

Saudara, banyak orang beribadah tetapi tidak dekat pada TUHAN. Banyak yang membaca Alkitab tetapi tidak dekat kepada TUHAN. Kiranya persahabatan dengan TUHAN menjadi fokus utama hidup kita.

 

Ps. Lan Yong Xing