Artikel Dia Membagi-bagikan Karunia Roh Kudus 賜下圣灵的恩赐

Ibrani 2:4-6

Apa suka duka Saudara dalam perayaan chunjie? Pada masa kanak-kanak dan remaja perayaan chunjie merupakan festival yang sangat menyenangkan. Karena saya bisa memakan makanan kesukaan saya di Chinese New Year Eve seperti ayam goreng, bakso sotong, kari ayam bersama kerupuk emping. Sekalipun menu setiap tahun sama, Chinese New Year Eve tetap menjadi malam yang saya nantikan.

Biasanya di hari ke-3 atau ke-4, saya akan berangkat bersama teman-teman saya untuk hunting angpao alias paicia. Kami bertamu ke mana saja, dan disodorkan berbagai makanan dari kue kering hingga kue lapis. Pengalaman paicia bukanlah tanpa masalah - Pakaian baru yang modelnya tidak disukai, seleting celana baru yang terbuka sendiri, celana panjang yang terlalu longgar, dipaksa menghabiskan beer sekalipun masih SD.

Nah, tahukah Saudara bahwa kita akan makan bersama di dalam Kerajaan Surga? Tahukah Saudara bahwa ketika TUHAN memberikan karunia Roh kepada Saudara, Dia berikan secara khusus untuk Anda sehingga tidak akan seperti baju baru yang terlalu sempit atau celana yang terlalu longgar?

Apakah Saudara pernah bertanya di dalam hati, "Siapakah saya sehingga TUHAN bersedia makan bersama saya di dalam Kerajaan kekal? Siapakah saya sehingga Dia menaklukkan dunia yang akan datang demi bisa bersama dengan saya? Siapakah saya sehingga TUHAN memberikan saya karunia Roh?"    

 

DIINDAHKAN-NYA

Ibrani 2:6 Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau MENGINGATNYA (μιμνήσκω mimnesko remember, recall to mind, be mindful), atau anak manusia, sehingga Engkau MENGINDAHKANNYA (ἐπισκέπτομαι episkeptomai memperhatikan, memilih, mengunjungi)?

Meskipun Saudara hanyalah debu dan abu, TUHAN MENGINGAT dan MENGINDAHKAN Saudara. Katakanlah orangtuamu tidak mengingat bahwa Anda menyukai ayam goreng paha. Orangtuamu lupa membelikan pakaian baru untukmu. Orangtuamu lupa memberikanmu angpao. Manusia mungkin melupakanmu, tetapi TUHAN mengingat dan mengindahkanmu.

TUHAN menciptakan dan menguduskan Saudara. TUHAN memilih dan menetapkan Saudara bukan karena Saudara mampu, hebat dan pintar. TUHAN tidak membutuhkan kemampuan dan kehebatan Saudara. TUHAN tidak membutuhkan kepintaran dan kebijaksanaan Saudara. TUHAN mengingat Saudara dan mengindahkan Saudara karena Dia memilih Saudara. TUHAN mengikutsertakan Anda dalam pekerjaan-Nya.

Saudara mungkin berkata kepada TUHAN, "Saya tidak bisa mengerjakan tugas yang Dia percayakan kepada saya. Atau Saudara mungkin mengatakan, "Saya tidak kuat menanggung persoalan ini." Saudara bagaikan mengatakan, "TUHAN, Engkau salah mengenal saya. Saya tidak mampu mengerjakan tugas yang Engkau percayakan. TUHAN, Engkau salah mengenal saya, saya tidak sekuat yang Engkau kira."

Menurut Saudara, siapa yang lebih mengenal Saudara? Dirimu atau TUHAN?.... Jika TUHAN memercayakan Saudara dengan sebuah tugas, Dia percaya Saudara sanggup mengerjakannya sebab Dia akan memampukan Saudara. Jika TUHAN mengizinkan Saudara menanggung sebuah kesulitan, Dia percaya Saudara sanggup menanggungnya sebab Dia akan menguatkan hati Saudara.

TUHAN tidak menganggap Saudara sebagai orang luar. Firman TUHAN di Ibrani 2:12-13 mengingatkan kita,

kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada SAUDARA-SAUDARA-KU (ἀδελφός adelphos), dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah JEMAAT (ἐκκλησία ekklesia)," dan lagi: "Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya," dan lagi: "Sesungguhnya, inilah Aku dan ANAK-ANAK (παιδίον paidion bayi) yang telah diberikan Allah kepada-Ku."

Bagi TUHAN, Saudara bukan orang luar. Saudara adalah jemaat-Nya, saudara-saudara-Nya, anak-anak-Nya. Nah, karena TUHAN menjadikan kita anak-anak-Nya, Dia memanggil kita untuk ikut serta dalam pekerjaan-Nya.

TUHAN tidak mau kita menyia-nyiakan hidup ini. Dia ingin kita hidup untuk Dia. Firman TUHAN mengingatkan kita agar kita tidak menyia-nyiakan keselamatan kita.

Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita MENYIA-NYIAKAN KESELAMATAN (ἀμελέω ameleo: tidak menaruh perhatian, tidak hati-hati, lalai) yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai...(Ibrani 2:3).

Saudara, jangan sampai kita tidak menaruh perhatian pada keselamatan kita. Nah, perjalanan kehidupan kita di dalam Kristus dapat digambarkan dalam diagram berikut ini: (Roma 6:22)

Dimerdekaan dari dosa menjadi hamba Allah Pengudusan Hidup kekal

Tetapi sekarang kalian sudah dibebaskan dari dosa, dan menjadi hamba Allah. Keuntunganmu ialah bahwa Saudara hidup khusus untuk Allah dan hal itu menghasilkan hidup sejati dan kekal (BIS)

Keselamatan kita sebagai orang percaya tidak berhenti di penebusan oleh Kristus Yesus, tetapi dilanjutkan dengan pengudusan oleh Roh Kudus. Kita hidup sebagai seorang hamba Tuhan. Dengan kata lain, kita dipanggil untuk "Hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus" (Roma 6:11). Nah, bagaimana kita hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus?

 

DIIKUTSERTAKAN DALAM PEKERJAAN-NYA

Ibrani 2:4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang DIBAGI-BAGIKAN-NYA menurut KEHENDAK-NYA.

TUHAN memberikan Roh-Nya untuk membimbing kita dan mengikutsertakan kita dalam pekerjaan-Nya. Dia membekali kita dengan karunia-karunia Roh. Sehingga hidup kita bukan lagi tentang rencana kita, tetapi rencana TUHAN. Jika hidup ini adalah tentang rencana kita maka kita akan naik turun berdasarkan apakah rencana kita tercapai atau tidak. Sebaliknya, jika hidup ini adalah tentang rencana TUHAN, sangat dapat dipastikan bahwa rencana TUHAN tidak akan gagal. Kita diikutsertakan TUHAN di dalam rencana-Nya yang besar dan mulia.

Kita perlu menyadari bahwa TUHAN bisa memakai seseorang atau menolaknya. TUHAN pernah memakai imam Eli, kemudian menolaknya karena dia menolak menaati TUHAN. TUHAN pernah memakai raja Saul, kemudian menolaknya karena dia menolak menaati TUHAN. Firman TUHAN di Roma 9:18 mengajarkan,

"Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang DIKEHENDAKI-NYA dan Ia menegarkan hati siapa yang DIKEHENDAKI-NYA."

TUHAN bisa memakai siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia tidak membutuhkan kemampuan kita. Jika TUHAN memilih seseorang untuk sebuah tugas, Dia akan memampukannya serta menambahkan orang-orang untuk ikut serta di dalam pekerjaan tersebut. Sebab yang sebenarnya bekerja adalah Roh Kudus, manusia hanya ikut serta.

Karunia Roh Kudus

  • dihadiahkan oleh Roh Kudus (Roma 12:6)
  • kepada setiap orang secara khusus (1 Kor. 12:11)
  • untuk kepentingan bersama (secara literal: for someone's benefit) - karya keselamatan, pembangunan jemaat (1 Kor. 12:7)

Kita dapat mengatakan bahwa karunia Roh Kudus merupakan "Hadiah yang berbeda-beda untuk pembangunan manusia di dalam TUHAN."

Tentu banyak sekali karunia Roh yang Dia percayakan kepada kita. Jika kita memperhatikan Roma 12:6-8, contoh karunia Roh di antaranya,

  • Bernubuat
  • Melayani
  • Mengajar
  • Menasihati
  • Membagi-bagikan sesuatu
  • Memimpin
  • Menunjukkan kemurahan

Ketika Saudara berdoa secara khusus di momen chunjie, apa perkataan TUHAN yang Dia tempatkan di dalam hatimu? Bagaimana Saudara melayani sesama? Apa pengajaran TUHAN yang Saudara sampaikan ke keluarga dan teman-temanmu? Apa nasihatmu agar seseorang hidup untuk Allah di dalam Kristus? Apa yang Saudara bagi-bagikan? Bagaimana Saudara memimpin sesama untuk berfokus pada TUHAN? Bagaimana Saudara menunjukkan kemurahan?

Ketika masih muda, saya berupaya mencari makna hidup melalui pengalaman. Pada waktu itu, saya merasa hidup saya bermakna jika saya bisa bepergian alias travelling. Saya berpikir hidup saya akan sangat berarti jika saya bisa naik ferry dan pesawat Kemudian ketika saya pertama kali mempunyai paspor di usia 18, saya berangkat ke Singapura seorang diri. Saya merasa hidup saya sangat berharga dengan bepergian seorang diri.. Betapa bodohnya diri saya menaruh fokus pada hal-hal yang kosong.

Di masa tua, saya menemukan ternyata makna hidup yang sesungguhnya adalah tinggal di dalam TUHAN dan diikutsertakan dalam pekerjaan-Nya.   Untuk ikut serta dalam pekerjaan TUHAN, saya menemukan beberapa kata kunci - mengenal rencana-Nya, mengikuti pengajaran dan nasihat-Nya, terus berkonsultasi dengan Dia. Ikut serta dalam pekerjaan TUHAN sungguh bermakna, kita dapat menyaksikan bagaimana Dia mengintervensi kehidupan seseorang dan membangunnya. Terkadang, Dia bahkan melakukan mukjizat. Nah, yang terindah adalah bagaimana seseorang berpindah dari hidup untuk diri sendiri menjadi hidup untuk TUHAN. Ini merupakan bagian utama yang membuat hidup saya sangat bermakna.

Singkat kata, TUHAN memberikan panggilan surgawi kepada setiap kita (Ibrani 3:1) untuk ikut serta dalam pembangunan manusia. TUHAN adalah "Ahli Bangunan Segala Sesuatu" (Ibrani 3:4). Kita adalah bangunan tersebut, firman TUHAN di Ibrani 3:6 mengajarkan "Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita."

TUHAN memberikan setiap kita karunia Roh yang berbeda-beda menurut kehendak-Nya agar kita ikut serta dengan Dia dalam membangun manusia.

Akhir kata, apa yang Saudara kerjakan dalam pembangunan kehidupan tidak akan sia-sia. Sebab TUHAN mengingat dan mengindahkan Saudara. "He will not forget how hard you have worked for Him." "Ia tidak melupakan apa yang kalian kerjakan bagi-Nya (Ibrani 6:10 BIS).

Maukah Saudara memohon TUHAN memimpin Saudara untuk ikut serta dalam karya keselamatan-Nya?

 

Ps. Lan Yong Xing